IMPLEMENTASI LUBANG RESAPAN BIOPORI SEBAGAI STRATEGI KONSERVASI TANAH DAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS MASYARAKAT DI DESA KEMBANG KUNING
DOI:
https://doi.org/10.29303/pepadu.v7i2.11012Kata Kunci:
lubang resapan biopori, sampah organik, konservasi tanah, partisipasi masyarakat, Desa Kembang KuninAbstrak
Sampah organik yang berasal dari rumah tangga, kegiatan pertanian, dan homestay masih menjadi permasalahan lingkungan di Desa Kembang Kuning, Kabupaten Lombok Timur. Pengelolaan sampah organik yang belum optimal dapat menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran lingkungan, serta menurunkan kenyamanan masyarakat dan wisatawan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan lubang resapan biopori sebagai strategi berbasis masyarakat untuk konservasi tanah dan pengelolaan sampah organik. Metode kegiatan meliputi observasi kondisi lingkungan, identifikasi lokasi, perencanaan bersama Karang Taruna, persiapan alat dan bahan, pembuatan lubang resapan biopori, serta edukasi lingkungan kepada masyarakat dan pemilik homestay. Lubang biopori dibuat dengan diameter sekitar 4 inci dan kedalaman 80–100 cm. Kegiatan dilaksanakan di lima dusun dengan total 17 titik lokasi yang mencakup rumah warga dan homestay. Sebanyak 74 lubang resapan biopori berhasil dibuat. Implementasi biopori membantu meningkatkan resapan air hujan, mengurangi potensi genangan, serta menyediakan media pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos melalui proses dekomposisi alami. Edukasi dilakukan melalui penjelasan langsung, praktik lapangan, dan pembagian brosur untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan manfaat biopori. Program ini menunjukkan bahwa lubang resapan biopori merupakan teknologi sederhana, murah, dan mudah diterapkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan di desa wisata. Keberlanjutan program memerlukan pemeliharaan rutin, pemilahan sampah dari sumbernya, serta dukungan pemerintah desa dan masyarakat.









