Revolusi Pangan Hijau: Transformasi Kulit Singkong menjadi Beras Analog untuk Ketahanan Pangan Mandiri
Green Food Revolution: Transforming Cassava Peels into Analog Rice for Self-Sufficient Food Security
DOI:
https://doi.org/10.29303/darmadiksani.v6i1.9806Keywords:
Beras Analog, Detoksifikasi, Ekonomi Sirkular, Ketahanan Pangan, Kulit Singkong, Pengabdian MasyarakatAbstract
Limbah kulit singkong di Sukoharum, Pringsewu yang selama ini kurang dimanfaatkan berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan sekaligus menyimpan peluang ekonomi yang belum tergali. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengubah limbah kulit singkong menjadi beras analog bergizi sebagai sumber pangan alternatif yang mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus mendorong praktik ekonomi sirkular yang berkelanjutan di tingkat UMKM. Program dilaksanakan bekerja sama dengan UMKM “Athaya Jaya” menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan mencakup pelatihan dan pendampingan dalam tiga aspek utama, yaitu teknik detoksifikasi bahan baku, pengolahan beras analog menggunakan ekstruder sederhana, serta strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar. Hasil program menunjukkan capaian yang signifikan pada tiga dimensi. Dari sisi teknologi pangan, proses detoksifikasi berhasil menurunkan kandungan hidrogen sianida ke tingkat aman, sementara beras analog yang dihasilkan memiliki kandungan serat pangan dan protein lebih tinggi dibandingkan beras konvensional. Dari sisi ekonomi, diversifikasi produk berdampak pada peningkatan omzet bulanan mitra sebesar 66,5%. Dari sisi lingkungan, program ini berkontribusi pada pengurangan limbah organik sebesar 450–600 kg per bulan. Temuan ini membuktikan bahwa kulit singkong dapat ditransformasi menjadi produk bernilai tinggi dan berdaya saing, sehingga turut memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mendorong pengelolaan limbah agroindustri yang bertanggung jawab.




