Pemberdayaan Masyarakat Desa Selong Belanak Melalui Pemanfaatan Limbah Batok Kelapa Menjadi Briket Bernilai Ekonomis
DOI:
https://doi.org/10.29303/eb4q0936Kata Kunci:
Briket, Batok kelapa, Pemberdayaan masyarakat, Selong Belanak, Limbah organikAbstrak
Desa Selong Belanak merupakan destinasi wisata bahari unggulan di Kabupaten Lombok Tengah yang menghadapi tantangan lingkungan berupa akumulasi limbah batok kelapa dari konsumsi wisatawan. Limbah ini sering menyumbat saluran drainase dan menjadi sarang vektor penyakit. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui konversi limbah batok kelapa menjadi briket arang yang bernilai ekonomis. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi tahap survei, sosialisasi, pelatihan teknis produksi, hingga pendampingan manajemen usaha. Proses produksi briket mencakup tahap karbonisasi, penghalusan, pencampuran dengan perekat tapioka, pencetakan, dan pengeringan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat dan perangkat desa merespons positif inovasi ini sebagai solusi tepat guna yang ramah lingkungan. Selain mereduksi volume sampah di area pantai, program ini diharapkan berhasil menciptakan peluang wirausaha baru bagi Karang Taruna dan Pokdarwis melalui produk energi terbarukan yang memiliki suhu pembakaran stabil dan minim asap. Dengan demikian, pemanfaatan limbah ini berkontribusi pada peningkatan estetika kawasan wisata sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat lokal.
Referensi
Edy Wibowo Kurniawan, Mujibu Rahman, Rudi Karta Pemuda. 2019. “Studi Karakteristik Briket Tempurung Kelapa Dengan Berbagai Jenis Perekat Briket.” 15(01): 31–37.
Ihyana Hulfa, Ander Sriwi. 2019. “IDENTIFIKASI POTENSI WISATA DESA SELONG BELANAK KABUPATEN LOMBOK TENGAH.” 8(2).
Sukmawati, Ayu, Rabiatul Adawiyah, Anisya Nurtalitha, Ahmad Safoan, Devi Purnama Sari, Universitas Mataram, and Kota Mataram. 2023. “Analisis Kepuasan Wisatawan Terkait Destinasi Wisata Di Pantai Selong Belanak.” 1: 1–4.


