INOVASI PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DARI LIMBAH KOTORAN SAPI SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN LIMBAH PETERNAKAN DI KELURAHAN IJOBALIT
DOI:
https://doi.org/10.29303/z6phdq09Keywords:
kotoran sapi, pupuk kompos, limbah peternakan, pengomposanAbstract
Limbah kotoran sapi merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang banyak dijumpai di wilayah pedesaan dengan aktivitas peternakan yang cukup tinggi, termasuk di Kelurahan Ijobalit. Limbah ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, kotoran sapi memiliki kandungan bahan organik dan unsur hara yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan inovasi pembuatan pupuk kompos dari limbah kotoran sapi sebagai upaya pengelolaan limbah peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Kelurahan Ijobalit. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat peternak setempat, melalui tahapan persiapan bahan dan proses pengomposan menggunakan aktivator EM4. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa limbah kotoran sapi dapat diolah menjadi pupuk kompos dengan karakteristik fisik yang baik, yaitu berwarna coklat kehitaman, bertekstur remah, dan tidak berbau menyengat. Meskipun belum dilakukan pengujian secara kuantitatif terhadap kualitas tanah, hasil observasi lapangan dan kajian literatur menunjukkan bahwa kompos kotoran sapi berpotensi berperan sebagai pembenah tanah dan mendukung perbaikan kondisi tanah yang cenderung kering. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi dalam pengelolaan limbah peternakan serta mendukung pertanian ramah lingkungan di tingkat lokal.
References
Ahmadi, R., Nashruddin, M., & Parmi, H. J. (2022). Pemanfaatan kotoran sapi dengan dekomposer Microbacter Alfaafa-11 sebagai bahan pupuk organik. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 6(2), 1345–1354. https://pdfs.semanticscholar.org/a7d4/0bfe4b56b0a80c03afc7a54b7692c5e03e51.pdf
Ariyanto, E., Kalsum, U., & Ruliansyah, M. W. (2021). Pengaruh jumlah kotoran sapi dan sampah organik terhadap pembiakan EM4 pada proses anaerob. Jurnal Distilasi, 6(2), 41–48. http://jurnal.um-palembang.ac.id/distilasi/article/download/3375/2337
Ekawandani, N. (2019). Efektivitas kompos daun menggunakan EM4 dan kotoran sapi. Jurnal TEDC, 13(1), 17–23. https://www.academia.edu/download/71370689/download.pdf
Natalina, N., & Sulastri, S. (2017). Pengaruh variasi komposisi serbuk gergaji, kotoran sapi, dan kotoran kambing pada pembuatan kompos. Jurnal Rekayasa Teknologi, 11(2), 94–101. https://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/teknologi/article/viewFile/94-101/854
Poedjiastoeti, H., & Lutfianti, A. (2009). Pengaruh pencampuran serbuk gergaji dan kotoran sapi dengan penambahan natrium nitrat pada pengomposan secara aerob. Jurnal Lingkungan Tropis, Edisi Khusus Agustus, 45–52. https://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-jlt09hpl06.pdf
Yulianto, A., Zaman, B., & Purwono, P. (2017). Pengaruh penambahan pupuk organik kotoran sapi terhadap kualitas kompos dari sampah daun kering di TPST UNDIP. Jurnal Teknik Lingkungan, 6(1), 1–10. https://scholar.archive.org/work/g6vz6smy3bcdley772j3paimxi/access/wayback/https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/tlingkungan/article/viewFile/17362/16616



