MEMBANGUN KOLABORASI ANTAR SPESIALIS DALAM PENANGGULANGAN DIABETES: PERAN INTEGRASI LAYANAN UNTUK DETEKSI RETINOPATI DIABETIK YANG EFEKTIF

Authors

  • monalisa nasrul Medical and Health Faculty, Mataram University , Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram
  • Isna Kusuma Nintyastuti Mataram University
  • Ilsa Hunaifi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram
  • Joko Anggoro Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.29303/pepadu.v7i1.8914

Keywords:

Diabetes, skrining retinopati diabetik, kolaborasi antar spesialis, retinopati diabetika

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dengan jumlah kasus yang terus meningkat. Salah satu komplikasi mikrovaskular utama adalah retinopati diabetik (RD), penyebab kebutaan yang sering tidak terdeteksi hingga timbul keluhan penglihatan. Skrining RD direkomendasikan pada semua pasien DM tipe 2 sejak diagnosis, namun cakupan skrining di Provinsi Nusa Tenggara Barat masih rendah. Rendahnya angka skrining disebabkan kurangnya sosialisasi dari fasilitas kesehatan primer, sekunder, dan tersier, serta terbatasnya sarana diagnostik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan dokter spesialis non-mata dan pemangku kebijakan mengenai pentingnya skrining RD secara rutin dan berkesinambungan, serta mendorong integrasi layanan skrining dalam manajemen pasien DM di rumah sakit rujukan. Kolaborasi dilaksanakan dengan berbagai bidang spesialistik baik mata dan non mata, Dinas Kesehatan Provinsi NTB serta mahasiswa kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Mataram. Saat kegiatan berlangsung, terdapat pengambilan data pengetahuan peserta melalui kuesioner. Kegiatan terlaksana pada hari Senin, 8 September 2025 di Aula Yunita Sabrina FKIK Universitas Mataram, kegiatan berbentuk mini simposium dengan 7 narasumber dari berbagai disiplin medis (mata, penyakit dalam, ginjal, saraf, jantung, THT, patologi klinik, dan Dinas Kesehatan Provinsi NTB). Sebanyak 57 peserta hadir, mengikuti paparan dan diskusi mengenai pelaksanaan skrining komplikasi DM, termasuk indikasi pemeriksaan mata terutama retinopati diabetik pada penderita diabetes. Pada kuesioner yang disebarkan, terlihat pengetahuan peserta tentang rekomendasi waktu skiring RD sudah baik. Sosialisasi melalui forum lintas disiplin dapat digunakan sebagai salah satu modalitas untuk meningkatkan awareness berbagai pihak terhadap skrining RD dan mendorong perencanaan kebijakan yang lebih baik untuk memperluas cakupan skrining di NTB.

Author Biography

  • monalisa nasrul, Medical and Health Faculty, Mataram University, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram

    Dokter spesialis mata dengan ketertarikan pada penyakit degeneratif, infeksi imunologi serta upaya mencegah gangguan penglihatan serta kebutaan baik melalui upaya kesehatan perorangan maupun komunitas. Selama 7 tahun terakhir, memilih retinopati diabetik sebagai topik utama peta jalan penelitian dan pengabdian dan telah menghasilkan beberapa publikasi ilmiah terkait retinopati diabetik mulai dari prevalensi, faktor penghambat layanan skrining retinopati diabetik dan pelatihan tenaga kesehatan untuk melakukan skrining retinopati diabetik di FKTP termasuk di dalamnya pelatihan funduskopi bagi dokter umum dan peran citicoline terhadap ketebalan lapisan ganglion retina pada retinopati diabetik. 

Published

2026-03-30

How to Cite

MEMBANGUN KOLABORASI ANTAR SPESIALIS DALAM PENANGGULANGAN DIABETES: PERAN INTEGRASI LAYANAN UNTUK DETEKSI RETINOPATI DIABETIK YANG EFEKTIF. (2026). Jurnal Pepadu, 7(1), 71-77. https://doi.org/10.29303/pepadu.v7i1.8914

Most read articles by the same author(s)