DIVERSIFIKASI MAKANAN DAN MINUMAN BERBAHAN DASAR KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DI DESA PULAU SEMAMBU
DOI:
https://doi.org/10.29303/pepadu.v7i1.9355Keywords:
diversifikasi, kulit buah naga merah, Hylocereus polyrhizus, Pulau SemambuAbstract
Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) masih belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, padahal pada kulit buah naga merah masih mengandung senyawa antioksidan dan senyawa lain yang sangat bermanfaat bagi manusia. Senyawa antioksidan mampu melawan oksidasi dalam tubuh. Kulit buah naga merah dapat diolah menjadi berbagai maacam makanan dan minuman yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Pulau Semambu khususnya ibu-ibu dan remaja putri dalam diversifikasi (penganekaragaman) makanan dan minuman berbahan dasar kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di desa Pulau Semambu kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan meliputi demonstrasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Kegiatan evaluasi dirancang dengan membagikan kuesioner kepada khalayak sasaran. Demonstrasi dan pelatihan pembuatan beraneka ragam makanan dan minuman berbahan dasar kulit buah naga telah dilaksanakan dan dapat diterima dengan baik oleh khalayak sasaran yang terdiri atas ibu-ibu remaja putri. Kegiatan penyuluhan Diversifikasi makanan dan minuman berbahan dasar kulit buah naga merah telah memberikan pengetahuan dan ketrampilan baru bagi masyarakat desa Pulau Semambu yang diharapkan dapat memberikan alternatif usaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Masyarakat Desa Pulau Semambu kecamatan Indralaya Utara memberikan respon positif dan partisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan sebanyak 92,4 – 96,3 % khalayak sasaran sangat puas terhadap metode dan cara penyampaian materi penyuluhan, 96,3% menyatakan bahwa kegiatan yang dulaksanakan sangat bermanfaat, 88,9% menyatakan bahwa kegiatan sangat bisa dilanjutkan.










