Dramatisasi dan Sensasionalisme Pemberitaan Kasus Pembacokan Mahasiswa Uin Suska Riau: Studi Perbandingan Detik.com dan Riau Pos dengan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough

Authors

  • Muharrina Harahap Universitas Negeri Medan
  • Putri Cristina Pardede Universitas Negeri Medan
  • Putri Wahyuni Sitohang Universitas Negeri Medan
  • Retno Agustina Lumban Siantar Universitas Negeri Medan
  • Reva Nova Lina Hutauruk Universitas Negeri Medan
  • Tri Wahyuni br Tambunan Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.29303/kopula.v8i1.9860

Keywords:

analisis wacana kritis, dramatisasi, sensasionalisme, femisida, media massa.

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya eksploitasi narasi kekerasan di media daring yang seringkali mengabaikan etika jurnalistik demi kepentingan komersial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan representasi dramatisasi serta sensasionalisme dalam pemberitaan kasus pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau pada media nasional (Detik.com) dan media lokal (Riau Pos). Menggunakan paradigma kritis dengan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough, penelitian ini membedah wacana melalui tiga dimensi utama: analisis teks (mikro), praktik diskursif (meso), dan praktik sosiokultural (makro). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik.com menggunakan strategi linguistik agresif dan hiperbolis untuk mengejar viralitas secara nasional, sementara Riau Pos mengeksploitasi kedekatan emosional masyarakat lokal dengan narasi yang bersifat lebih spekulatif. Kedua media tersebut cenderung menormalisasi kekerasan berbasis gender melalui penggunaan bingkai "cinta ditolak", yang pada akhirnya mengaburkan urgensi isu femisida di lingkungan akademik. Analisis ini juga mengungkap adanya ketidakhadiran suara korban sebagai subjek yang berdaulat dalam teks, di mana media jauh lebih mengutamakan narasi institusional dari pihak kepolisian. Temuan ini menegaskan bahwa komodifikasi tragedi kekerasan oleh media massa sangat dipengaruhi oleh struktur pasar digital dan keberadaan ideologi patriarki yang masih sangat dominan di Indonesia. 

References

Altheide, D. L. (2002). Creating fear: News and the construction of crisis. Aldine de Gruyter.

Anggoro, A. D. (2014). Sensasionalisme dalam berita online. Jurnal Komunikasi, 8(1), 1–12.

Detik.com. (2026, Februari 26). Pembacok mahasiswi UIN Suska Riau jelang sidang skripsi ternyata mahasiswa. https://news.detik.com/

Eriyanto. (2001). Analisis wacana: Pengantar analisis teks media. LKiS.

Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman.

Fairclough, N. (2010). Critical discourse analysis: The critical study of language (2nd ed.). Routledge.

Fairclough, N. (2013). Language and power. Routledge.

Jewkes, Y. (2015). Media and crime. SAGE.

Molek-Kozakowska, K. (2013). Towards a pragmalinguistic analysis of sensationalism in news headlines. Discourse & Communication, 7(2), 173–197. https://doi.org/10.1177/1750481312471664

Molek-Kozakowska, K. (2014). Coercive metaphors in news headlines. Journal of Pragmatics, 63, 75–87. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2013.07.009

Riau Pos. (2026, Februari 26). Berikut kronologi dan keterangan saksi pembacokan mahasiswi di kampus UIN Suska Riau. https://riaupos.jawapos.com/

Richardson, J. E. (2007). Analysing newspapers: An approach from critical discourse analysis. Palgrave Macmillan.

Sobur, A. (2012). Analisis teks media: Suatu pengantar untuk analisis wacana. Remaja Rosdakarya.

Tandoc, E. C. (2014). Journalism is ticking: Objectivity in the age of clicks. Journalism Studies, 15(5), 559–575. https://doi.org/10.1080/1461670X.2014.946301

Wahyuni, S. (2022). Konstruksi berita kekerasan gender pada portal berita daring. Medio: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2), 25–38.

Downloads

Published

2026-03-19

Issue

Section

Articles

How to Cite

Dramatisasi dan Sensasionalisme Pemberitaan Kasus Pembacokan Mahasiswa Uin Suska Riau: Studi Perbandingan Detik.com dan Riau Pos dengan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. (2026). Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pendidikan, 8(1), 219-224. https://doi.org/10.29303/kopula.v8i1.9860