Efektivitas beberapa Bioinsektisida (Nabati dan Hayati) terhadap Perkembangan Hama Kumbang Epilachna sp. pada Budidaya Melon (Cucumis melo L.) secara Berkelanjutan

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.29303/qh7w5142

Kata Kunci:

agens entomopatogen, azadirachtin, intensitas serangan, populasi serangga, sembalun

Abstrak

Kerusakan daun akibat kumbang Epilachna sp. merupakan salah satu kendala pada budidaya melon, sementara penggunaan insektisida sintetis secara intensif berpotensi menimbulkan resistensi hama dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh dan efektivitas beberapa bioinsektisida nabati dan hayati terhadap populasi serta intensitas serangan Epilachna sp. dan menentukan perlakuan yang paling efektif. Kebaruan penelitian ini terletak pada perbandingan langsung tiga bioinsektisida nabati dan dua agens hayati dalam satu percobaan pada tanaman melon di Sembalun. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan, yaitu kontrol (P0), ekstrak daun paitan (P1), Beauveria bassiana (P2), ekstrak kulit batang tembakau (P3), Bacillus thuringiensis (P4), dan mimba (P5). Parameter yang diamati meliputi populasi hama dan intensitas serangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%, dan regresi linear sederhana. Seluruh perlakuan bioinsektisida menghasilkan populasi dan intensitas serangan yang lebih rendah dan berbeda nyata dibandingkan kontrol. Perlakuan mimba (P5) menghasilkan nilai terendah pada kedua parameter dan menunjukkan efektivitas terbaik dalam menekan intensitas serangan. Analisis regresi menunjukkan hubungan positif antara populasi hama dan intensitas serangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mimba berpotensi digunakan sebagai alternatif pengendalian Epilachna sp. yang lebih ramah lingkungan pada budidaya melon.

Diterbitkan

2026-08-17

Cara Mengutip

Efektivitas beberapa Bioinsektisida (Nabati dan Hayati) terhadap Perkembangan Hama Kumbang Epilachna sp. pada Budidaya Melon (Cucumis melo L.) secara Berkelanjutan. (2026). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 5(3), 606-613. https://doi.org/10.29303/qh7w5142