Keberadaan Hama Thrips pada Tanaman Kentang (Solanum tuberosum) yang Ditumpangsarikan dengan Beberapa Tanaman Aromatik
DOI:
https://doi.org/10.29303/9s659q29Kata Kunci:
hama thrips, kemangi, pengendalian hayati, seledri, tumpangsariAbstrak
Hama Thrips merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) utama pada budidaya kentang (Solanum tuberosum L.) yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas hingga 90%. Pengendalian hama secara kultur teknis melalui sistem tumpangsari dengan tanaman aromatik menjadi salah satu alternatif ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji populasi dan intensitas serangan hama Thrips pada tanaman kentang yang ditumpangsarikan dengan kemangi (Ocimum basilicum), seledri (Apium graveolens), dan bawang daun (Allium fistulosum), serta menganalisis hubungan antara populasi dan intensitas serangan tersebut. Penelitian dilaksanakan di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur pada bulan Juni–September 2023 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Pengamatan populasi Thrips dilakukan secara langsung (hand counting), dengan perangkap yellow pan trap dan pitfall trap sebanyak 11 kali pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tumpangsari tanaman aromatik tidak berpengaruh nyata terhadap populasi dan intensitas serangan hama Thrips (F = 0,59; P = 0,63 > 0,05). Secara deskriptif, rata-rata populasi terendah ditemukan pada perlakuan tumpangsari kentang dengan kemangi (51,44 ekor/tanaman) dan seledri (52,36 ekor/tanaman), sedangkan populasi tertinggi pada monokultur (61,92 ekor/tanaman). Kontribusi intensitas serangan Thrips terendah terdapat pada tumpangsari kentang-seledri (4,68%). Analisis regresi menunjukkan hubungan positif antara populasi dan intensitas serangan (Y = 0,0141 + 0,0079X; R² = 0,72; P < 0,05).








