Implikasi Penggunaan Ketel Uap terhadap Nilai Tambah dan Kelayakan Agroindustri Tahu di Desa Puyung, Lombok Tengah
DOI:
https://doi.org/10.29303/p2v4mk94Keywords:
kelayakan, ketel_uap, komparasi, nilai_tambahAbstract
Penelitian bertujuan untuk: menganalisis perbandingan nilai tambah pada agroindustri tahu menggunakan Ketel Uap dengan teknologi tradisional/menggunakan wajan; menganalisis perbandingan R/C rasio antara penggunaan Ketel Uap dengan menggunakan wajan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan unit analisis usaha agroindustri tahu di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Lokasi Penelitian ditentukan secara purposive sampling. Jumlah responden sebanyak 30-unit sampling dengan teknik quota accidental sampling. Data dianalisis menggunakan nilai tambah, kelayakan usaha, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah pada agroindustri tahu sebesar Rp11.218/kg menggunakan teknologi ketel uap, dan Rp7.750/kg menggunakan teknologi tradisional, namun tidak berbeda nyata, karena nilai t-hitung lebih kecil daripada nilai t-tabel. Walau demikian nilai R/C Rasio penggunaan teknologi ketel uap lebih besar daripada penggunaan teknologi tradional masing-masing sebesar 1,67, dan 1,45. Oleh karena penggunaan teknologi ketel uap dan teknologi tradisional dari aspek ekonomi layak untuk diterapkan, namun disarankan kepada industrialis tahu untuk menggunakan teknologi ketel uap, karena R/C rasio antar penggunaan teknologi ketel uap berbeda signifikan terhadap teknologi tradisional.







