Integrasi Pertanian dan Kehutanan dalam Kerangka Agroekologi: Strategi Pengendalian Deforestasi Melalui Agroforestri
DOI:
https://doi.org/10.29303/4sfeba38Keywords:
agroforestri, agroekologi, deforestasi, pengelolaan_lahan, pertanian_berkelanjutanAbstract
Deforestasi menjadi masalah lingkungan yang serius di Indonesia, terutama akibat perluasan pertanian dan perkebunan. Agroforestri, sebagai bagian penting dari agroekologi, dinilai mampu menyeimbangkan kebutuhan ekologi dan sosial-ekonomi secara berkelanjutan. Kajian ini menggunakan metode narrative literature review dengan menelaah 36 artikel terbitan 2010–2025 untuk menilai fungsi, manfaat, dan tantangan agroforestri dalam mengendalikan deforestasi. Hasilnya, agroforestri membantu meningkatkan kesuburan tanah, menjaga keanekaragaman hayati, menyerap karbon, dan mengendalikan erosi. Selain itu, sistem ini mendukung diversifikasi pendapatan, ketahanan pangan, dan pembangunan pedesaan. Namun, penerapannya masih terkendala keterampilan teknis yang terbatas, akses pasar yang lemah dibanding komoditas monokultur, insentif ekonomi yang kurang, dan ketidakpastian hak atas lahan. Agroforestri berpotensi besar menekan deforestasi jika didukung koordinasi lintas sektor, insentif ekonomi dan ekologi yang seimbang, serta penguatan kapasitas.







