Analisis Keuntungan dan Nilai Tambah Pada Usaha Penggilingan Jagung di Desa Jelantik Lombok Tengah (Studi Kasus Usaha Penggilingan Jagung Milik Pak Azam)
DOI:
https://doi.org/10.29303/fcs0v961Keywords:
penggilingan_jagung, keuntungan, BEP, nilai_tambahAbstract
Jagung merupakan salah satu komoditas pangan yang perannya semakin bergeser dari konsumsi rumah tangga menuju bahan baku industri pakan ternak. Permintaan jagung yang terus meningkat mendorong munculnya inisiatif lokal berupa unit usaha penggilingan jagung rakyat, salah satunya berada di Desa Jelantik, Lombok Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan dan nilai tambah yang diperoleh dari penggilingan jagung menjadi bahan baku pakan ternak. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada usaha milik Pak Azam. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur, kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan analisis keuntungan, Break Even Point (BEP), dan metode hayami untuk menghitung nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit usaha penggilingan jagung rakyat menghasilkan keuntungan sebesar Rp255.935.200 per tahun. Analisis BEP menunjukkan titik impas produksi sebesar 516.604 kg dan BEP harga Rp4.843/kg, keduanya lebih rendah dibandingkan produksi aktual dan harga jual, sehingga usaha berada pada kondisi menguntungkan. Nilai tambah yang dihasilkan sebesar Rp588,7/kg dengan rasio 11,2% yang tergolong rendah. Dengan demikian, unit usaha penggilingan jagung rakyat di Desa Jelantik memiliki prospek ekonomi positif, namun perlu peningkatan efisiensi serta diversifikasi produk untuk memperbesar nilai tambah yang diperoleh.







