Prospek Pengembangan Agribisnis Kelor Bagi Peningkatan Ekonomi Petani di Kabupaten Lombok Utara
DOI:
https://doi.org/10.29303/nh2req60Keywords:
agribisnis_kelor, analisis_SWOT, kelayakan_finansial, ekonomi_petani, lombok_utaraAbstract
Kelor (Moringa oleifera Lam) memiliki potensi besar sebagai komoditas agribisnis yang mampu meningkatkan pendapatan petani, namun belum dikelola secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis prospek pengembangan agribisnis kelor bagi peningkatan ekonomi petani di Kabupaten Lombok Utara. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usaha agribisnis kelor. Lokasi penelitian di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, melibatkan anggota KWT Sari Kelor sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan observasi langsung, kemudian dianalisis menggunakan matriks IFAS, EFAS, dan SWOT. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan usaha budidaya dan pengolahan kelor layak secara ekonomi dengan margin keuntungan yang menguntungkan. Analisis SWOT menempatkan usaha pada kuadran I dengan strategi agresif, yang meliputi optimalisasi pemasaran online, pengembangan wisata edukasi, diversifikasi produk, peningkatan teknologi pengolahan, dan sertifikasi produk. Implementasi strategi ini diproyeksikan dapat meningkatkan pendapatan anggota secara signifikan dalam jangka menengah. Penelitian menyimpulkan bahwa agribisnis kelor memiliki prospek sangat baik untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani di Lombok Utara.







