Pemasaran Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat
DOI:
https://doi.org/10.29303/4f58m980Keywords:
efisiensi tataniaga, fisherman’s share, lembaga perantara, posisi tawar nelayan, rantai pasokAbstract
Kabupaten Mamuju merupakan salah satu sentra produksi ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) di Provinsi Sulawesi Barat, namun tingginya potensi produksi belum diimbangi oleh sistem pemasaran yang efisien sehingga bagian harga yang diterima nelayan cenderung rendah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi saluran dan lembaga pemasaran, menganalisis margin, biaya, dan keuntungan, serta mengukur fisherman’s share dan efisiensi pemasaran ikan cakalang. Berbeda dari kajian sejenis di daerah lain, penelitian ini menyajikan bukti empiris pertama mengenai efisiensi pemasaran cakalang pada perikanan tangkap skala kecil di Kabupaten Mamuju. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga saluran pemasaran. Saluran terpendek (Saluran I) memiliki margin terendah (Rp0), fisherman’s share tertinggi (100%), dan efisiensi terbaik (0%), sedangkan saluran terpanjang (Saluran III) memiliki margin tertinggi (Rp20.000/kg), fisherman’s share terendah (42,8%), dan nilai efisiensi 23,4%. Seluruh saluran tergolong efisien (EP < 50%), yang menunjukkan bahwa efisiensi tidak hanya ditentukan oleh panjang saluran tetapi juga oleh fungsi pemasaran yang dijalankan tiap lembaga. Peningkatan efisiensi dapat ditempuh melalui penguatan kelembagaan nelayan, perbaikan akses pasar dan informasi harga, serta penyediaan sarana rantai dingin.








