Analisis Faktor Penyebab Terhentinya Budidaya Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) dan Strategi Revitalisasinya di Desa Kire, Kabupaten Mamuju Tengah
DOI:
https://doi.org/10.29303/ej6eje24Keywords:
budidaya rumput laut, eucheuma cottonii, revitalisasi, keberlanjutan, analisis SWOTAbstract
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab berhentinya budidaya rumput laut Eucheuma cottonii di Desa Kire, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, serta merumuskan strategi revitalisasinya. Berbeda dari penelitian terdahulu yang umumnya berfokus pada strategi pengembangan usaha yang masih berjalan, penelitian ini mengkaji kasus usaha yang telah terhenti total dengan menganalisis empat aspek penyebab secara terintegrasi—ekonomi, lingkungan, teknis, dan sosial-kelembagaan—serta merumuskan strategi pemulihannya. Metode yang digunakan adalah mixed methods, melalui kuesioner terhadap 25 mantan pembudidaya dan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat serta perangkat desa, dianalisis secara deskriptif kuantitatif-kualitatif dan diperkuat dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berhentinya budidaya disebabkan oleh mahalnya sarana produksi dan rendahnya pendapatan (ekonomi), serangan hama dan penyakit (lingkungan), minimnya inovasi budidaya (teknis), serta lemahnya dukungan pemerintah dan kelembagaan lokal (sosial-kelembagaan). Analisis SWOT merekomendasikan empat strategi revitalisasi utama: penguatan kelembagaan pembudidaya, pemanfaatan perairan yang masih layak secara ekologis, penerapan inovasi teknologi budidaya dan pasca panen, serta peningkatan dukungan pemerintah. Temuan ini menegaskan bahwa revitalisasi budidaya rumput laut di Desa Kire dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.








