Pengaruh Pupuk Kotoran Ayam yang Diperkaya dengan CaCO3 dan Dedak terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.)
DOI:
https://doi.org/10.29303/0sbmq711Keywords:
bahan organik, hasil, hara, pertumbuhan vegetatif, pupuk organikAbstract
Kabupaten Mamuju merupakan salah satu sentra produksi ikan pelagis besar di Provinsi Sulawesi Barat, dengan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) sebagai komoditas unggulan. Tingginya produksi belum diikuti oleh sistem pemasaran yang efisien sehingga bagian harga yang diterima nelayan masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi saluran dan lembaga pemasaran, menganalisis margin pemasaran, biaya, keuntungan, fisherman's share, serta efisiensi pemasaran ikan cakalang di Kabupaten Mamuju. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei. Responden nelayan ditentukan dengan simple random sampling, sedangkan lembaga pemasaran menggunakan snowball sampling. Data dianalisis secara deskriptif serta menggunakan analisis margin pemasaran, fisherman's share, dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga saluran pemasaran ikan cakalang. Saluran I (nelayan–konsumen) memiliki margin pemasaran 0, fisherman's share 100%, dan efisiensi pemasaran 0%, sehingga menjadi saluran paling efisien. Saluran II memiliki margin pemasaran Rp15.000/kg, fisherman's share 50%, dan efisiensi 15%. Saluran III memiliki margin pemasaran Rp20.000/kg, fisherman's share 42,8%, dan efisiensi 23,4%. Semakin panjang saluran pemasaran, semakin besar margin dan biaya pemasaran serta semakin kecil bagian harga yang diterima nelayan. Peningkatan efisiensi pemasaran dapat dilakukan melalui penguatan kelembagaan nelayan, peningkatan akses informasi pasar, serta penyediaan sarana rantai dingin.








