Heritabilitas dan Korelasi Genotipik Karakter Kuantitatif Galur S5 Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Lahan Kering

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.29303/0hcxb894

Kata Kunci:

tanaman kopi, predator, keanekaragaman, kelimpahan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai heritabilitas arti luas dan koefisien korelasi genotipik karakter kuantitatif galur S5 tanaman jagung di lahan kering. Penelitian dilaksanakan di lahan kering dengan sumber air sumur bor pada bulan Februari hingga Juni 2025, bertempat di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan 16 genotipe yang terdiri atas 16 galur S5 dengan masing-masing diulang dua kali sehingga diperoleh 32 unit percobaan. Karakter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, sudut daun, diameter batang, luas daun, umur panen, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol kering panen, berat 1000 biji, dan bobot biji kering pipil per tanaman. Data hasil percobaan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dengan taraf nyata 5%, Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kuantitatif galur-galur S5 tanaman jagung di lahan kering memiliki variasi kategori nilai heritabilitas arti luas. Karakter yang memiliki heritabilitas kriteria tinggi yaitu berat 1000 biji; kriteria sedang yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, umur panen, diameter tongkol dan berat biji kering pipil; sedangkan kriteria rendah yaitu sudut daun, panjang tongkol dan bobot tongkol kering panen. Seluruh karakter kuantitatif yang diamati berkorelasi dengan hasil, kecuali diameter batang. Korelasi kuat terhadap hasil ditunjukkan yaitu pada karakter tinggi tanaman, jumlah daun, umur panen, diameter tongkol, dan bobot tongkol kering panen; korelasi sedang yaitu luas daun, panjang tongkol dan berat 1000 biji; sedangkan korelasi lemah yaitu sudut daun.

Diterbitkan

2026-05-29

Cara Mengutip

Heritabilitas dan Korelasi Genotipik Karakter Kuantitatif Galur S5 Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Lahan Kering. (2026). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 5(2), 429-437. https://doi.org/10.29303/0hcxb894